Kalau tidak ingat Papin dan teman-teman lain yang bakal pindah ke tempat tugas masing-masing, takkan sudi saya berkaraoke ria di tengah malam. Apalagi setelah dihajar habis-habisan sama never ending s. Untungnya badan ini sudah full charged by teh manis hangat, soto betawi, jus jambu, dan j-co donat. DJ, I’m sorry goodbye. Hold on the gossip. Ada panggilan show, ces.
Tiba di Nav - Mantos, kamar 12. Buka pintu. Tiba-tiba... ”YAAA!!” teriak teman-teman. Astaga...mengapa cuma makhluk berburung yang hadir? Diriku menjadi perawan di sarang penyamun. Nasib. Tertipu. Sudahlah. Pasrahkan diri. Sini mik-nya!! Huehehe....
Padahal tadi asli mau balik kanan. Pulang ke LS. Habis...di atas meja ada dua pitcher isi minuman warna kuning kecoklatan. Jangan-jangan...nanti mereka pada mabuk dan membuat si perawan ini tak lagi perawan? Hahahaha...maafkan saya. Sudah teracuni Oh Mama Oh Papa dan berita kriminal. Ternyata, kawan-kawan saya itu cukup tahu diri dan isi pitcher dan gelas berlogo salah satu merek minuman keras itu adalah es lemon teh. Tahu diri bukan karena alim dan menjauhi minuman beralkohol. Tapi karena sepitcher es lemon teh lebih murah daripada sepitcher bir. Huehehehe....sampai sakit pipiku tahan ketawa menulis ini.
Ayo, kita absen dulu murid-murid Bina Sakan itu. Eh, Bina Vokalia. Hihihi. Rodief? Hadir. Papin? Ada. Zaikal? Ya. Anggi? Di sini. Neno? Pastinya. Deni? Iya. Adam? Ada. Leo? Yuuuks.

"tunjukkan padakuuu, dimana kuburnyaaa..."
Mungkin ada korelasi antara pengkaraoke (adakah kata ini?) dengan lagu yang dipilihnya. Comtohnya, Papin yang besok pagi berangkat menyanyikan lagu ”Aryati” yang menyayat hati. Atau ”As Long As You Love Me” yang sukses bikin Leo dan Rodief bertingkah bak cacing kepanasan? (well, sehari-harinya sih mereka memang begitu. Ada tak ada lagu itu;). Atau saya yang talekang dan “Darah Muda”-nya Rhoma Irama?
Yang jelas, karaoke ini membunuhku. Hehe, d’massiv mode on. Bikin suara serak karena suara merdu ini (jiee...) ingin menandingi suara delapan cowok yang kompakan punya nama tengah ”narsis”. Akhirnya karaoke midnite ditutup dengan lagu Project Pop. Ayo Seng, torang nyanyi rame-rame!
Kawan dengarlah yang akan aku katakan
Tentang dirimu set'lah selama ini
Ternyata kepalamu akan s'lalu botak
And kamu kayak gorila
Cobalah kamu ngaca, tuh bibir balapan
Daripada gigi loe kayak k'linci
Yang ini udah gendut suka marah-marah
Kau cacing kepanasan
Tapi ku tak peduli
Kau s'lalu di hati
Kamu sangat berarti, istimewa di hati
S'lamanya rasa ini
Jika tua nanti kita t'lah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini
Ketika kesepian menyerang diriku
Nggak enak badan resah nggak menentu
Ku tahu satu cara sembuhkan diriku
Ingat teman-temanku
Don't you worry, just be happy
Temanmu di sini
Don't you worry, don't be angry
Mending happy-happy
(Ingatlah Hari Ini – Project Pop)
Keesokan harinya ternyata jadwalku masih padat dengan panggilan manggung sana-sini. Hehe...berasa artis. Ana’ rantasa tena siri na.
Hari Sabtu saya karaoke lagi sama Meymey, K Thia, Jojo, K Ewin. Masih di tempat yang sama dengan yang kemarin. Untungnya di ruangan berbeda.
Sekarang nyanyinya agak terkontrol. Soalnya ada Meymey dan Jojo yang siap meluruskan nada-nada yang bengkok. Saya? Seperti biasa, bisanya cuma nyanyi pakai suara perut (kelaparan, maksudnya:) sambil joget-joget tak jelas. Apalagi kalau yang nyanyi Nidji atau The Changcuter. Otomatis tangan dan kaki gerak sendiri. K Thia masih mending lah. Jaim! Kalau K Ewin, apapun lagunya…jogetnya tetap itu-itu saja. Huehehe…ampun deh.
Pelajaran apa yang bisa diambil dari karaoke sampai poge ini? Ada, dong. Seperti biasa, tips ini sangat subyektif dan berdasarkan pengalaman dari narasumber yang kata-kata dan tingkah lakunya dengan semena-mena saya publikasikan di blog ini.
- Kalau nyanyi lagunya Tompi, jangan lupa tutup hidung biar suaranya mirip.
- Pilihlah lagu yang dikuasai banyak orang. Jangan memaksakan diri menyanyi lagu-lagu Bugis di tengah orang Kakas atau Jawa.
- Jika ada teman yang secara brutal menguasai mic, counter dengan mengajak serta cewek/cowok yang ditaksirnya. Biasanya dia langsung jaim, ujung-ujungnya malah tidak menyanyi sama sekali.
- Usahakan pilih lagu yang bervariasi kalau tidak ingin terjebak dalam mood tertentu. Pilihan lagu Betharia Sonata, Obbie Mesakh, Panbers, dan sejenisnya bisa membuat perasaan mellow akut. Adapun lagu dengan ujung judul ”remix” bisa membuat kepala pusing karena kebanyakan geleng-geleng.

kalau teman anda sudah bertingkah seperti ini, segera beri kesempatan dia memegang mic
Well, demikian liputan perkaraokean weekend ini. Thanks God, hari Ahad saya tidak harus ikut. Soalnya beberapa saat sebelum karaoke bareng orang yang sama di hari kedua (plus Mimi), saya harus boarding. Saatnya melaju ke Kotamobagu.
Sampai jumpa di karaoke-karaoke berikutnya!!!
0 people screaming:
Post a Comment