perpisahan

Saturday, November 21, 2009 | 0 Comments

Senin (2/11) tempo hari menjadi waktu perpisahan. Ada yang berpisah karena mutasi jabatan, ada juga yang karena maut menjemput.

Setelah serah terima jabatan di aula, bersama dengan rekan-rekan sekantor kami pergi mengunjungi keluarga-keluarga yang tengah berduka. Ada Bu Song yang kehilangan ibu mertua, ada keluarga yang telah 40 hari ditinggal wafat Pak DS, ada Kak Jein yang sangat sedih karena kematian putra pertamanya yang baru berumur 3 bulan (kehadiran sang anak telah ditunggu selama 9 tahun!).

Semoga yang ditinggalkan diberi kekuatan, dan yang pergi diberi kemudahan.

Ada sedikit cerita mengenai tradisi di Gorontalo. 40 hari setelah wafatnya seseorang, keluarga yang ditinggalkan membuat acara. Inti dari acara itu adalah mendoakan almarhum dengan membacakan Surat Yasin dan pemasangan batu nisan.



Usungan kotak kayu yang dihias ini berisi batu nisan. Makanya diperlukan beberapa orang untuk mengangkatnya.




Lazimnya para undangan diberi bingkisan. Isinya sebuah buku berisi nama dan foto almarhum, Surat Yasin dan beberapa surat pendek lainnya. Ada pula kue dan duit seribu rupiah. Kata temanku, isinya bisa bervariasi tergantung kemampuan keluarga yang ditinggalkan. Konon, waktu 40 hari ibu salah satu karyawan kantor wafat, bingkisannya berisi sajadah. Hm..rasanya kok malah membebani keluarga yang berduka ya?

saktinya chaka-chaka

Saturday, November 21, 2009 | 0 Comments

Ko ingat waktu saya cerita resign dari proses kualifikasi untuk liga chaka-chaka? Thanks God, I made the right decision.

Ternyata the chaka-chaka team tidak hanya dipersiapkan untuk ikut perlombaan antar kantor, tapi juga untuk mengisi acara pisah sambut Asisten Manajer di aula (2/11).

Ko tau ji kah bagaimana gerakannya senam chaka-chaka? Kalo belum tau, tanya ke DJ. Di Manado chaka-chaka jadi senam favorit setiap waktu di setiap tempat.

Salut saya untuk GCCT (Gorontalo Chaka-Chaka Team). Cuma kalian yang berani menggoyang-goyangkan pantat di depan Manajer Cabang. Hihihi.



Hmm…setelah acara pisah sambut, GCCT bakal diundang untuk isi acara apa lagi ya?

kejahatan mata

Saturday, November 21, 2009 | 0 Comments



Tolooong…
Ada yang melakukan kejahatan mata (Es Crime) di iklan salah satu rumah makan di koran Gorontalo Post!

reborn, party, dream

Monday, November 09, 2009 | 4 Comments

People say, “life begin at 40.”
So how about 80? Is it mean as a reborn? It’s a bless, for sure.

Tidak banyak yang diberi kesempatan untuk menikmati hidup selama itu. Apalagi dikaruniai keluarga yang tumbuh dengan baik. Salah satu orang yang beruntung itu adalah salah satu kenalan Bu Haji. Inisialnya NR.

Hari Ahad (18/10) saya kembali diajak menemani beliau. Kali ini ke acara ulang tahun NR ke-80 di Gedung Misfalah. Saat mendengar mengenai undangan itu, saya langsung antusias untuk ikut. Jarang-jarang usia segitu bikin acara birthday party:)

Undangannya keren. Sayangnya saya lupa motret. Warnanya merah, bahannya campuran kain beludru dan hard paper. Ekslusif lah pokoknya. Undangannya juga terbatas untuk 2 orang. Ada juga undangan untuk 1 keluarga. Di situ keterangannya harus dibawa. Kenapa? Ternyata buat ditukar dengan souvenir dan nomor undian. *tanduk pemburu undian mulai mencuat*



Tempat acara ditata dengan nuansa warna merah dengan hiasan huruf kanji berwarna emas yang kalo diartikan mungkin artinya: Selamat Ulang Tahun. Sotoy ku deh.

Seperti acara-acara lain di Gorontalo dan Sulawesi Utara, acara dimulai setelah tamu-tamu undangan memenuhi lokasi acara. Kemudian yang punya hajatan masuk ke dalam ruangan. Masuklah NR ditemani anak-anak dan cucu-cucu. Suaminya sudah almarhum. NR sendiri terlihat anggun dan bugar. Ga nyangka lah kalo sudah 80 tahun. Cantik tauwwa.

Seperti apakah kue ultah ke-80? Seperti ini:



Besar, tinggi menjulang! Wuih…dibagikan se-RT juga cukup ji kayaknya. Trus satu persatu anak dan cucu menyuapi kue tart ke Oma NR sebagai tanda sayang. Aduh, jadi mo ketawa. Bukan…bukan mo ketawain NR atau keluarganya. Acara mereka keren dan (ini yang penting) makanannya enak dan banyak.

Saya ketawa membayangkan kalo Olo atau Ama yang ulang tahun dan acaranya disetting seperti itu. Pertama, panggungnya tidak bakalan cukup untuk menampung seluruh keluarga. Kedua, Olo/Ama bakal eneg dengan kue tart. Ada 12 anak, 24 cucu, dan 5 cicit (tojeng ka, saya hitung satu-satu sebelum saya tulis di sini) yang akan menyuapkan kue tart. Huahaha…

Oke, kembali ke jalan yang benar. Setelah acara potong kue, narasi dan foto-foto perjalan hidup (sebagian foto liburan di luar negeri, seperti: Cina, Hongkong, Belanda) hadiah lagu dari cucu-cucu, doa, dan makan malam, pesta ditutup dengan penarikan undian.



Hadiahnya banyak. Mulai dari kipas angin sampai kulkas. Ck…ck…



Sayang, nomor undiannya Bu Haji tidak naik. Kodong, kertas ungu punyanya Bu Haji tidak disebut-sebut. Hiks. Sabar ya Bu, semoga beruntung di ulang tahun berikutnya.



Waktu saya mengabarkan via pesan singkat tentang ultah ini ke DJ dan bertanya apakah dia akan datang kalo nanti saya ultah ke-80, dia balas begini:
Insya Allah i Wil come wt my own helicopter…

Wah, percaya. Saya sangat percaya karena dia adalah seseorang yang berani bermimpi dan bekerja keras untuk membuatnya jadi nyata. Buktinya, tahun ini dia berhasil mewujudkan sebagian besar resolusinya. Congratz for the upcoming Silverox!

Trus nanti bagaimana setting ultahmu yang ke-80, Meg?

Karena DJ mo datang pake helikopter, jadi saya pikir bagusnya bikin pesta di kebun belakang rumah. Di sana ada helipad. Pakaian santai. Makan makanan yang dipanggang karena saya masih dalam kondisi sehat bugar. Kalo di kebun, cucu dan cicit juga bebas main, lari-lari, manjat pohon. Pulangnya setiap tamu saya kasih keranjang rotan. Mereka bebas isi keranjang itu dengan buah-buahan yang ada di kebunku. Apa saja yang tumbuh di situ. Tomat, apel, strawberi, mangga, durian, melon, cabe, jambu… Pokoknya apa saja. Ternyata, kelak saya berhasil membeli Taman Buah Mekarsari. Hohoho…indahnya. Hihihi…

Ahh…senangnya mengkhayal:)

FYI, tanggal 16 sampai 26 November nanti Bu Haji minta saya jaga rumah. Mo liburan ke luar negeri, katanya. Saya langsung nyeletuk, “Mo bikin stok foto liburan untuk dipasang di ultah ke-80 kayak Ci’ NR, ya Bu?”
:p

selamat datang kedewasaan

Monday, November 09, 2009 | 0 Comments

Pada suatu malam minggu (17/10) yang kelabu, saat ta’loko di kamar dan siaran televisi lagi kabur, Bu Haji mengajak pergi ke pesta. Party? Pesta ajeb-ajeb? Hehe…in your dream, Meg.

Banyak jenis pesta. Kali ini pesta Beat (baca: bey’at). Semacam acara syukuran untuk anak-anak yang memasuki usia dewasa. Yang cewek mulai haid, yang cowok mulai suka nonton bokep sudah dikhitan.



Pertanyaan klasik setiap ada acara: pakai baju apa? Baru kali ini ke acara seperti itu. Tapi feeling-ku bilang mesti cuma acara syukuran, mesti sedikit bling-bling. Ini Gorontalo, Uti! Masalahnya adalah, koleksi baju di lemari tidak ada yang bermain di arena sedang-sedang. Kalau santai, ya potongannya santai banget. Kalo resmi, ya jatuhnya untuk ke pesta kawinan. Akhirnya pake blus, jeans, selop, dan clutch.

Eng ing eng….ternyata sampai di sana suasananya kaya’ pesta kawinan. Lengkap dengan pelaminan (kalo di Makassar namanya: lamming). Orang-orang yang datang juga kostumnya resmi kayak mo ke kawinan. Diriku bagai Luna Maya Upik Abu di tengah pesta dansa. Hehe…plis deh jangan lebay (nyanyi ala T2).

About

read, and you will know